Kebiasaan kecil yang bikin skor naik
Lima kebiasaan harian yang ringan: mendengar, membaca teks akademik, memakai Catatan Salah, mengulang kosakata, dan istirahat.
Banyak orang membayangkan persiapan TOEFL harus berupa sesi belajar panjang yang melelahkan. Padahal kemampuan yang diuji di TOEFL ITP, terutama listening dan reading, tumbuh dari paparan yang rutin. Sepuluh atau lima belas menit tiap hari sering lebih terasa hasilnya daripada tiga jam sekali seminggu. Berikut lima kebiasaan kecil yang bisa kamu mulai hari ini.
Yang perlu diingat
Kemajuan datang dari kebiasaan yang diulang, bukan dari satu sesi belajar yang heroik.
1. Mendengar bahasa Inggris setiap hari
Telinga butuh waktu untuk terbiasa dengan kecepatan bicara, sambungan antar kata, dan intonasi. Kebiasaan ini nggak bisa dikebut seminggu sebelum tes.
- Kerjakan 10 soal Listening Part A di app setiap hari. Setelah selesai, baca script-nya dan dengarkan ulang bagian yang tadi terlewat.
- Dengarkan materi berbahasa Inggris yang bertema akademik, misalnya kuliah terbuka, podcast sains, atau dokumenter. Ini mirip dengan Part C.
- Coba shadowing: putar satu atau dua kalimat, jeda, lalu ucapkan ulang dengan tempo yang sama. Cara ini melatih telinga mengenali kata yang terdengar menyambung.
- Kalau memakai subtitle, mulai dengan subtitle bahasa Inggris, lalu sesekali coba tanpa subtitle sama sekali.
2. Membaca teks akademik
Teks Reading di TOEFL ITP membahas topik akademik seperti biologi, geologi, sejarah Amerika, seni, atau ekonomi. Kalau kamu terbiasa membaca teks jenis ini, kamu nggak kaget lagi dengan gaya kalimatnya yang panjang dan padat.
- Baca satu artikel pendek berbahasa Inggris setiap hari, misalnya dari ensiklopedia daring atau situs berita sains.
- Setelah membaca, tulis ide utamanya dalam satu kalimat. Ini latihan langsung untuk soal main idea.
- Tandai kata yang belum kamu tahu, tapi tebak dulu artinya dari konteks sebelum membuka kamus.
- Perhatikan kata ganti seperti 'it', 'they', atau 'this'. Tanyakan ke diri sendiri kata itu merujuk ke apa.
3. Memakai Catatan Salah dengan benar
Soal yang salah adalah informasi paling berharga yang kamu punya, karena menunjukkan tepat di mana lubangnya. Sayangnya banyak orang hanya membaca pembahasan sekali lalu lanjut.
- Setelah sesi latihan, buka pembahasan tiap soal yang salah dan cari alasan salahnya: belum paham aturannya, terburu-buru, atau terkecoh opsi yang mirip.
- Tulis satu kalimat pendek tentang pelajarannya, misalnya 'Setelah Seldom di awal kalimat, cek inversi'.
- Kerjakan ulang soal dari Catatan Salah dua atau tiga hari kemudian, tanpa melihat pembahasan dulu.
- Kalau satu topik terus muncul di Catatan Salah, kembali ke Materi topik itu sebelum latihan lagi.
4. Mengulang kosakata dengan jeda
Menghafal 100 kata dalam satu malam terasa produktif, tapi sebagian besar akan hilang dalam beberapa hari. Ingatan lebih awet kalau kata yang sama diulang dengan jeda yang makin lama. Cara ini disebut spaced repetition.
| Kapan | Apa yang dilakukan |
|---|---|
| Hari 1 | Pelajari 10 kata baru dari Kosakata: arti, sinonim, dan contoh kalimatnya. |
| Hari 2 | Ulang 10 kata kemarin sebelum menambah kata baru. |
| Hari 4 | Ulang lagi. Pisahkan kata yang masih sering lupa. |
| Hari 7 | Ulang kata yang sering lupa. Kata yang sudah lancar boleh diulang lebih jarang. |
| Hari 14 dan seterusnya | Ulang sesekali, terutama kata yang muncul lagi saat kamu membaca. |
Jadwal di atas cuma contoh, bukan rumus pasti. Intinya sederhana: ulang sebelum lupa, dan beri jeda lebih panjang untuk kata yang sudah lancar. Kamu bisa memakai kartu kecil atau aplikasi flashcard untuk membantunya.
- Pelajari kata bersama sinonimnya, karena soal kosakata di Reading sering meminta sinonim.
- Buat satu kalimat sendiri dengan kata baru. Kata yang pernah kamu pakai lebih mudah diingat.
5. Istirahat juga bagian dari belajar
Otak butuh waktu untuk merapikan hal yang baru dipelajari. Belajar terus tanpa jeda justru membuat konsentrasi turun dan kesalahan karena lelah bertambah.
- Dalam satu sesi, beri jeda singkat setiap 25 sampai 45 menit. Berdiri, minum, atau jalan sebentar.
- Sisihkan satu hari ringan dalam seminggu. Cukup ulang kosakata atau dengarkan sesuatu yang santai.
- Jaga jam tidur, terutama di minggu-minggu terakhir sebelum tes.
- Kalau skor tryout turun sekali, jangan langsung menambah jam belajar sampai larut. Lihat dulu polanya dari beberapa tryout.
Kamu nggak harus menjalankan kelima kebiasaan ini sekaligus. Pilih satu atau dua yang paling mudah, jalankan selama seminggu, lalu tambah yang lain.
Ringkasan
- Dengarkan bahasa Inggris setiap hari, misalnya 10 soal Listening Part A lalu dengar ulang bagian yang terlewat.
- Baca satu teks akademik pendek per hari dan rangkum ide utamanya dalam satu kalimat.
- Cari alasan di balik tiap soal yang salah, lalu kerjakan ulang dari Catatan Salah beberapa hari kemudian.
- Ulang kosakata dengan jeda yang makin panjang, bukan menghafal banyak kata sekaligus.
- Istirahat dan tidur cukup supaya yang kamu pelajari benar-benar menempel.